23 July, 2007

Pemenang AJI Award 2005 meninggal dunia

Gordon Bishop, warganegara Amerika, pemenang "Suardi Tasrif AJI Award" pada 21 Juli 2007 pagi meninggal dunia di New York dalam usia 62 tahun. Gordon sudah sepuluh tahun lebih mengidap kanker ganas. Mula-mula satu matanya harus dibuang, kemudian seluruh kaki kanan berikut pinggulnya diamputasi. Tetapi dengan semangat tinggi dia tetap bekerja seakan-akan orang sehat normal sampai akhir hayatnya.

Gordon Bishop pernah menjalani bisnis di Indonesia, dan menikah dengan seorang wanita Indonesia bangsawan Jawa, Raden Ayu Nanies Siti Ahadiah Suryodiprodjo. Istrinya meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pada 1993 di Jawa Timur. Mereka dikaruniai satu anak perempuan - Naomi - yang sekarang berusia 23 tahun kuliah di Universitas di New York.

Sepulang kembali ke Amerika, Gordon Bishop aktif sebagai penyair, artis dan aktivis politik-budaya khusus mengenai Indonesia. Sajak-sajaknya banyak dimuat dalam jurnal sastra internasioal. Yang menarik dari Gordon Bishop adalah sepulangnya kembali
ke Amerika ia bertekad bahkan bersumpah akan membantu rakyat Indonesia menjatuhkan Presiden Suharto, yang rejimnya dia anggap korup dan menindas kebebasan rakyat Indonesia. Untuk itu dia dirikan "International Joyo News Service", sebuah kantor
berita dengan sarana website yang menjadi terkenal dengan email: joyo@aol.com.

Nama "Joyo" berasal dari Joyoboyo, empu yang terkenal dengan ramalan-ramalannya tentang perubahan-peruabahan situasi politik di Nusantara. Yang dia siarkan adalah info, berita-berita dan analisis alternatif mengenai Indonesia. Info alternaatif ini semasa Suharto masih berkuasa menjadi nara-sumber alternatif bukan saja bagi para
pembaca Indonesia, tetapi juga bagi kalangan pers dan diplomatik di Eropa, Amerika dan di bagian dunia lainnya. Untuk itulah Asosiasi Jurnalis Independen (AJI) menganugerahkan Gordon Bishop dengan "Suardi Tasrif AJI Award, 2005. Award tersebut disampaikan atas nama AJI oleh Joesoef Isak, mantan wartawan dan editor Hasta Mitra, yang kala itu kebetulan akan berkujung ke Amerika.

Gordon Bishop adalah keturunan Yahudi yang sangat sekuler. Anak dan keluarganya merencanakan memakamkan sebagian dari abunya di pemakaman orang-tuanya di pekuburan Westchester Hills. Dan sebagian lagi dari abunya akan diterbangkan ke Indonesia untuk ditebar di pemakaman istrinya.

Sphere: Related Content

1 komentar:

Irfan Toni H said...

Saya dulu bekerja di Van Zorge Report, tempat dimana Joyo alias Pak Gordon menjadi sumber berita berbahasa asing di kantor kami, selama 1998-2003.

Dia sangat cinta dengan Indonesia. Bisa jadi, itu karena ada kenangan tersendiri Gordon yang pernah menghabiskan beberapa waktu di Yogya, --tempat dimana dia bertemu dengan istrinya-- bersama dengan James Van Zorge, teman masa mudanya. Bersama James juga, dia mendapat kecelakaan yang sempat membuat sebagian kakinya lumpuh, dan mengharuskan dia bekerja di atas kursi roda.

Gordon punya banyak kenalan. Saya pernah berkata padanya, bahwa saya suka dengan tulisan Goenawan Mohammad. Dia, dengan santainya menyatakan, "Tolong, sampaikan salam saya padanya. Jangan lupa, lihat bagaimana reaksi wajahnya ketika dia mendengar nama saya". Hal itu pula yang disampaikannya ketika saya berkata, juga kagum dengan Iwan Fals dan Rendra.

Saya masih menyimpan semua koleksi berita yang dikirimkannya ke saya. Bisa jadi, lebih dari 80 ribu email. Sebab, seringkali dia menambahkan dalam judul: This email only sent to you and JVZ. Entah, apakah itu dilakukannya untuk membuat saya kagum. Namun, apapun itu, kesungguhan dan kecintaan Pak Gordon pada Indonesia selalu membuat saya kagum.

Irfan Toni H