Seruan Eramuslim: Matikan TV pada Sabtu, 15 Desember 2007 sore!

Christine Hakim, tidak berperan di FTV "Sebuah Penantian"
Komentar:
Artikel di bawah ini saya dapatkan pranalanya di milis tempat berkumpulnya kader PKS. Yang diposting di milis sektarian tersebut kebanyakan memang artikel dari situs eramuslim dan hidayatullah saja. Artikel dari situs eramuslim yang mempermasalahkan sebuah program televisi tersebut lalu dengan cepat menyebar ke milis-milis lainnya. Beragam tanggapan pun muncul.
Yang jadi pertanyaan: Kenapa sebuah program TV musti ditakuti? Bagaimana dengan program penuh belatung yang menjijikkan dan mayat-mayat gentayangan, kenapa malah disukai?
salam,
moderator
_________________________________
Matikan TV pada Sabtu, 15 Desember 2007 sore!
Selasa, 11 Des 07 11:59 WIB
Sejak satu dua hari ini, di berbagai milis Kristen ramai dibahas tentang sebuah film ruhani (baca: film pemurtadan) yang menurut rencana akan ditayangkan lewat stasiun teve swasta RCTI di slot acara FTV Natal (juga tengah diusahakan bisa ditayangkan di TransTV dan TVRI) secara serentak pada hari Sabtu, pukul 16.30 - 17.30 wib nonstop alias TANPA IKLAN. Judul filmya: Sebuah Penantian.
Film ini diprakarsai oleh Billy Graham Ministry (USA). Penginjil (Evangelist) Billy Graham sendiri merupakan salah seorang tokoh utama gerakan Zionis-Kristen (Judeo-Christianity) AS yang dikenal sangat anti Islam dan pendukung fanatik gerakan Zionisme. Billy Graham inilah ‘Bapak Ruhani’ dari Presiden AS George Walker Bush, di mana pada pertengahan 1980-an Bush jr., dikabarkan berhasil lepas dari pengaruh alkohol dan menjadi Kristen yang dilahirkan kembali. Suatu peristiwa yang oleh kalangan Kristen radikal di AS disebut sebagai Reborn in Christ.
Sedangkan menurut investigator kenamaan AS Texe Marrs, saat itu Bush sebenarnya telah sepakat dengan para penginjil Zionis untuk memakai kedok kekristenan di dalam upaya menggolkan cita-cita gerakan Zionisme Internasional. Jadi ‘Reborn in Christ’ hanyalah tipuan komplotan Bush agar mendapat dukungan dari umat Kristen AS dan Barat.
Film “Sebuah Penantian” awalnya bernama “My Hope Indonesia”. Film sejenis dengan judul “My Hope India” telah diputar di India dan konon menurut pengakuan di banyak milis Kristen, film tersebut berhasil memurtadkan jutaan orang-orang Hindu India.
Bukan Film Biasa
Yang patut diketahui, film ini bukan sekadar film biasa. Tapi telah melewati ritual kekristenan khusus berupa ‘Doa Puasa’ selama satu bulan penuh. Untuk pemutaran film “Sebuah Penantian” tanggal 15 Desember 2007 sore, para awak dan pendukung film ini, juga diikuti oleh banyak jemaat gereja yang berkiblat ke Billy Graham Ministry AS, telah melakukan ritual tersebut, melakukan Doa dan Puasa sejak tanggal 15 November hingga 15 Desember 2007.
Tujuannya hanya satu: Agar setiap orang yang belum menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, setelah menonton film ini ruhaninya akan goyang sehingga bisa meninggalkan agama yang selama ini dianutnya dan menggantinya dengan Tuhan Yesus. Sebuah film pemurtadan yang telah melalui ritual khusus.
Film yang dibintangi oleh Restu Sinaga, Christine Hakim, Mario Lawalatta, dan Nana Mirdad ini didukung oleh seluruh denominasi gereja di Indonesia. Dari berbagai milis juga diungkap bahwa para pemain film ini ‘sudah dipilih Tuhan’, karena ada satu aktor ternama yang menyatakan mundur dari film ini dan akhirnya ditangkap polisi karena terlibat narkoba.
“Sebuah kesaksian: Para pemain film ini sepertinya sudah disaring oleh Tuhan, yakni dengan batalnya salah seorang pemain yang sudah konfirm, namun entah kenapa tiba-tiba beliau membatalkan kontraknya. Ternyata Tuhan tahu siapa yang layak main dan siapa yang tidak layak main. Artis tersebut tidak lama kemudian tertangkap polisi karena terlibat narkoba dan saat ini sedang mendekam di penjara. Bayangkan betapa memalukannya film ini apabila yang main adalah artis tersebut… Yang menggantikan peran artis tersebut adalah Rudi Salam, ” demikian kalimat dari berbagai milis Kristen tersebut.
Matikan TV Saja
Jika benar RCTI dan juga sejumlah stasiun teve swasta dan juga TVRI akan menayangkan film tersebut, film pemurtadan yang telah melewati prosesi doa puasa secara khusus, maka sebaiknya keluarga-keluarga Muslim dan perkantoran yang banyak dihuni orang-orang Islam mematikan teve tersebut pada jam di atas.
Selain bisa terhindar dari pengaruh mistis film tersebut (berkat doa puasa selama sebulan yang memanggil kekuatan—istilah mereka pasukan doa—dari alam ghaib), maka hal ini juga sebagai bentuk penghematan energi. Bukankah Lidya Kandouw—orang Kristen juga, ibunya Nana Mirdad—sering bilang di TV: “Matikan Yang Tidak Perlu, Yang Tidak Perlu Matikan!” Jadi daripada buang-buang listrik dan usia pesawat TV, alangkah bijaknya kita mematikan pesawat TV di waktu tersebut.
Atau bagi yang tetap penasaran menonton, sebaiknya jangan lepas dari wudhu selama menonton film ini agar terhindar dari ‘Kuasa Gelap’ dan dilindungi oleh Allah SWT. Sembari menonton, teruslah berdzikir agar Yang Maha Pembolak-Balik Hati bisa terus melindungi keimanan kita. Dan untuk anak-anak, jangan sekali-kali melihat film yang bukan film biasa ini. Nashru minallahu wa fathun qariib. (Rizki)
http://www.eramuslim.com/berita/tha/7c11090042-matikan-tv-pada-sabtu-15-desember-2007-sore.htm
___________________________
TANGGAPAN
From: Artoio Gomes
E-mail: yoyok_artoio@yahoo.com
Ah iseng aja tuh. Bukannya Desember memang identik dengan Natal? Jadi wajar-wajar aja kalau banyak TV menyiarkan program-program 'bermuatan' nasrani. Ini tidak berbeda dengan bulan September dan Oktober lalu, dimana tv swasta banyak menyiarkan program islami dari sinetron, kuis hingga ke talk show sekalipun. Toh tidak ada yang berkeberatan.
Jadi, cobalah kita menjadi umat muslim yang dewasa, saling menghargai umat lain sebagaimana yang Nabi Muhammad contohkan. Ketika ada seorang Yahudi meninggal dunia, Nabi Muhammad menghormatinya dengan berdiri dari duduknya ketika jenazah Yahudi itu melintas di depannya.
Lha ini baru tayangan saja sudah kebakaran jenggot. Apakah Islam sudah bergeser dari agama yang damai dan melindungi umat manusia? Masya Allah, jangan kita menjadi umat yang chauvinistis....
___________________________
From: Patricia Soetjipto
E-mail: patricia@kusnadi.famili.com
Masak iya sih iman (baca keyakinan) seseorang hanya karena nonton tv bisa tergoyahkan.
Gimana dong dengan teman-teman saya yang muslim bersekolah di sekolah Katolik dari TK sampai SMA loh, yang setiap harinya berdoa secara Katolik, Bapa Kami dan Salam Maria udah pasti hapal luar kepala, ikut ke gereja kalau ada perayaan2 (misa di gereja atau kapel), bernyanyi dan berdoa bersama.
Walaupun teman2 saya mendapat pengajaran secara Katolik, mereka toh tidak serta merta jadi Katolik karena apa? Karena mereka sangat mengimani ajarannya. (Patut dicatat juga walau setiap hari belajar secara Katolik mereka tidak pernah dipaksa sekalipun pindah menjadi Katolik). Yang mereka akui adalah disiplin dan kualitas sekolah kami ini sangat baik, sehingga mereka menjadi orang yang sukses di bidangnya masing2.
Sampai saat ini klu diitung dari TK kami sudah berteman selama kurang lebih 35 tahun dan sampai saat ini mereka masih 100% muslim bahkan sudah banyak yang haji juga. Pleaseeeeee deh ...
Damai di bumi.
___________________________
From: Deddy Mansyur, Houston
E-mail: deddy@wt.net
Kenapa Billy Graham musti ditakuti? Harusnya Mbah Harto yang perlu ditakuti.
Kekuasaan dan pengaruh Orba beliau tidak akan hilang. Therefore, KKN akan masih hidup for the next 100 years di Bumi NKRI.
salam,
sensei deddy mansyur
university of houston
www.uh.edu/shotokan
From: Sunny, Swedia
E-mail: ambon@tele2.
Pak Harto itu nama depannya Muhammad. Ia bernama Muhammad dianggap orang baik mendekati orang alim nan suci dan tentunya orang baik tidak perlu ditakuti. Sedangkan Billy Graham, bukan saja asing tetapi juga mungkin bisa salah dibaca, yaitu menjadi Billy Haram. Kalau yang haram nongol di jendela pada malam hari, tentunya ditakuti. Simple isn't it?
Hehehehe
From: I Made Cok Wirawan, Bali
E-mail: merakih@yahoo.com.au
Saya malah curiga isu ini sengaja diembuskan oleh pihak tertentu agar acara tersebut menjadi heboh dan banyak ditonton. Psikologis dari masyarakat kita adalah semakin dilarang semakin
penasaran untuk melihat.
--
i made cock wirawan
http://www.blogdokter.net | http://komputeraktif-perjuangan.blogspot.com
___________________________
From: Joyful Girl, UK
E-mail: presenceofgod@
Tau ga sih..makin dibilang matikan tv, makin orang penasaran ingin melihat. Itu sudah sifat alami manusia. Makin dilarang makin dilakukan..:P
___________________________
E-mail: uthe.regina@gmail.com
Hahahahahahahhahaha...kalau begitu, boikot saja mal-mal yang mengadakan SALE dalam rangka CHRISTMAS & NEW YEAR! Jangan ikutan belanja sale natal, itu artinya kamu sudah dikristenkan. Boikot juga resto-resto yang pelayannya pake topi santa claus, makan disitu berarti dikristenkan. Boikot gerai-gerai dan kantor yang pasang pohon natal. Boikot juga produser e-card dan kartu cetak yang memproduksi kartu natal. Jangan lupa boikot juga sekalian stasiun televisi yang menayangkan acara2 menyambut natal.
Hahahaha... sungguh luar biasa berantakan banget yaaa pikirannya... hahahaha... lucu (baca: bodoh)! Tau ga? Dengan ngeblast email/sms larangan macam ini, orang semakin PENASARAN untuk pengen tau film itu. Hahahaha... rating dan share program itu pun nanti jadi tinggi... wakakakkkk...
Menurut saya, siapa pun orang yang mengirim (original sender) email/sms itu, dan juga yang mengforward email/sms itu, ga salah lagiiii.. dia pasti orang yang sangat insecure dengan agamanya sendiri . JEBAKAN BATMAN! Hahahahaha... selamat yahhhh...
salam,
uthe -- yang lagi make baju hasil diskon natal.
___________________________
From: Refanidea Y., Yogyakarta
E-mail: ifan_bucks@yahoo.
Pas sudah baca wah, itu sama saja mengatakan pada anak kecil, "Jangan hujan-hujanan,
nanti sakit, masuk angin! Kalau sakit kamu tidak bisa sekolah!" Bukankah anak kecil suka kalau libur sekolah? Bukankah main air adalah sesuatu yang menyenangkan bagi mereka?
Bagaimana dengan, "Hujan-hujanan itu bisa bikin masuk angin, nak. Kalau kamu ingin main air, besok minggu kita ke kolam renang. Bapak dan ibu juga ingin berenang sama kamu. Berenang itu bikin badan sehat dan menyenangkan.
Saya lebih setuju dengan, "Lihatlah televisi, baca buku, baca koran, ketahuilah yang baik, buruk, yang putih, yang hitam, dan menjadi mengertilah kamu bagaimana harus memilih dan bersikap."
Taruhan, berkat latahnya masyarakat untuk mendistribusikan SMS palsu yang mengatas namakan Ary Ginandjar dan ditambah lagi oleh artikel dari eramuslim tersebut, masyarakat menjadi semakin penasaran dan terdorong untuk melihat, mencari tahu.
Saya saja penasaran. Seperti apa sih film itu? Sehebat apa sih efek atau pengaruhnya pada penonton seperti diceritakan sampai seheboh itu bahkan diimbau untuk tidak dilihat?
Lucunya pesan, "Matikan TV Pada Sabtu, 15 Desember 2007 Sore!", kalau dilihat dari sudut pandang psikologis malah berbalik arah, seakan berbicara: "Lihatlah! Saksikan TV Pada Sabtu, 15 Desember 2007 Sore!"
Ada-ada aja.. =)
From: Ekka PN
E-mail: ekkapn2003@yahoo.
Sebegitu hebatkan film ini, sehingga dengan mudah menggoyahkan keyakinan iman seseorang? Setelah membaca penjelasan di bawah, saya kok malah menjadi penasaran untuk menontonnya.
Atau jangan-jangan ini sebuah trik promosi, agar yg tak niat nonton jadi penasaran. Seperti ketika Anda mengintip sebuah lobang kecil di tempat umum yang di atas lobang itu tertulis "Jangan intip lobang ini ya. Please.." Hehehe.
___________________________
From: Irwan K.
E-mail: irwank2k5@gmail.com
Kita lihat beberapa poin dari artikel asalnya:
- Sejak satu dua (atau beberapa) hari ini, di berbagai milis Kristen ramai dibahas tentang sebuah film ruhani (baca: film pemurtadan) yang menurut rencana akan ditayangkan lewat stasiun teve swasta RCTI di slot acara FTV Natal (juga tengah diusahakan bisa ditayangkan di TransTV dan TVRI) secara serentak pada hari Sabtu, pukul 16.30 - 17.30 wib
Benarkah di berbagai milis kristen ramai dibahas soal film itu?
- [menurut rencana akan ditayangkan lewat stasiun teve swasta RCTI di slot acara FTV Natal (juga tengah diusahakan bisa ditayangkan di TransTV dan TVRI) secara serentak pada hari Sabtu, pukul 16.30 - 17.30 wib]) nonstop alias TANPA IKLAN. Judul filmya: Sebuah Penantian.
Benarkah film itu (nantinya akan) diputar tanpa iklan?
- Film "Sebuah Penantian" awalnya bernama "My Hope Indonesia". Film sejenis dengan judul "My Hope India" telah diputar di India dan konon menurut pengakuan di banyak milis Kristen, film tersebut berhasil memurtadkan jutaan orang-orang Hindu India.
Benarkah ada pengakuan di banyak milis Kristen bahwa film itu berhasil memurtadkan
jutaan orang hindu India?
Silakan kalau ada yang mau bahas poin" lainnya.. tapi saya rasa poin" di atas sudah cukup menjadi awal berpikir kritis, bagaimana sebenarnya posisi uraian tersebut - benar-benar ingin menjauhkan atau malah membuat penasaran pada film.
....
AFAIK, artikel di bawah justru lebih mengkampanyekan acara tersebut ketimbang
memberitahukan untuk menghindarinya. Tidak mustahil, yang menyebarkan kabar itu pertama kali justru dari kalangan yang ingin agar film tersebut 'ditunggu-tunggu'
IMHO, salah satu cara kampanye yang paling efektif adalah menyebarkan hoax (100%) atau campuran fakta dan hoax.. dan tinggal tampil di media massa dengan menyanggah bagian yang salah/ngaco.
Kalau dalam contoh lain, mis: hoax dalam masa pemilu soal istri si x beragama anu, karena namanya mirip dengan (nama) agama anu.. juga terkait dukungan kalangan anu terhadap calon itu dsb.. begitu salah satu bagian disanggah, seolah-olah semua isi berita adalah hoax (100%).. padahal bisa saja ada campuran fakta dan hoax, untuk mengecohkan.
CMIIW..
Wassalam,
Irwan. K
___________________________
From: Silvia C. LothE-mail: silvia.c.loth@exxonmobil.com
A very stupid narrow minded. If you have a strong fundament of religious you won't be insalted with such kind of this, believe me.
___________________________
From: Ade Tenyom
E-mail: ad_fest78@yahoo.com
Yaelah...takut banget..kalo ga percaya ya udah ga usa nonton aja. Kasian juga yah masih ada orang yang percaya sama hal-hal mistis kayak gini...katanya beragama...
___________________________
From: Sunny, Swedia
E-mail: ambon@tele2.
Jangankan nonton TV, dikasi Supermie pun katanya bisa tergoyang-goyang. Contoh waktu banjir di Jakarta tahun lalu, kepada korban dibagikan Supermie. Ada pihak yang melarang untuk diterima bantuan darurat tersebut, karena dengan alasan bantuan tersebut adalah untuk memurtadkan umat.
Waktu terjadi tsunami di Sumatera Utara pun suara demikian dikumandangkan. Jadi kalau Supermie bisa memurtadkan, maka tentu TV pun bisa berbuat demikian pula.
Tabung TV itu juga tabung iblis sebab melalui tabung tersebut hal-hal tidak baik bin haram disalurkan. Jadi umat Islam saya anjurkan janganlah nonton TV seumur hidup!
___________________________
From: August Tumbur
E-mail: nemura06@gmail.
Betul, kalo tidak senang matikan saja TV Anda. Lebih baik nonton Aljazeera saja. Kalo perlu tidak usah nonton TV selama-lamanya. Bukankah TV dan produk-produknya adalah hasil buah pikiran kaum NASAROH? HARAM untuk dipergunakan.
Saya sangat rindu akan penayangan ulang FTV belatung dan ulat tersebut. Biar bisa menambah Ukuwah Islamiah kita.
Sekali lagi Waspadalah Waspadalah (kayak sergap aza)
Salam,
August Tumbur
___________________________
From: Alexander Yopi Hendra Susanto
E-mail: yopiesusanto@yahoo.com
Ha...ha....kok ada ketakutan seperti ini ya? Orang non muslim di negeri ini saja setiap hari disuguhi sinetron muslim tidak pernah takut. Malah nilai positifnya diambil, kalo negatifnya jelas dibuang.
Kenapa mesti takut di jaman multikultural dan pluralisme seperti ini?
Ada-ada saja!
Salam,
Alexander Yopi Hendra Susanto
___________________________
From: Lisman Manurung, Jakarta
E-mail: lismanm@yahoo.com
TV itu kan jendela dunia. Kristen, Islam, Konghucu, Jahudi, Hindu, Budha, Zen,... (apalagi ya?) adalah fakta dunia. Nah, kalau anak-anak bangsa ini keseringan menutup jendela, maka lahirkan insan-insan kuper.
Nah kalau sudah banyak insan kuper, tidak aneh kalau kemudian insan-insan bangsa ini menjadi kikuk di negeri orang. Dan kalau demikian, hanya karena 'terpaksa' sajalah menjadi warga dunia, itupun hanya menjadi PRT atau kuli saja. Bandingkan dengan orang-orang India yang menjadi pemimpin di berbagai fora global, orang Jepang yang memimpin dunia, dan orang- orang Vietnam yang merambah dunia...
___________________________
From: Budi Rahmad
E-mail: bi_ar77@yahoo.com
Date: Tue, 11 Dec 2007 23:34:19 -0800 (PST)
Subject: Re: [PKS] Film FTV Natal Kristenisasi
Dengan menyebarkan berita ini apalagi ditambah dengan bumbu-bumbu seperti pada testimoninya itu menurut saya sama saja dengan memberikan iklan gratis untuk mereka.
___________________________
From: Dedy Yusahardi
E-mail: dedy_yusahardi@yahoo.com
Date: Tue, 11 Dec 2007 20:33:57 -0800 (PST)
Subject: Re: [PKS] Film FTV Natal Kristenisasi
Assalamu'alaykum wr wb
Tentang film kristenisasi yg akan di siarkan di tv swasta, rasanya jangan terlalu dipusingkan. . jangan terlalu dibesar2kan, nanti malah bnyk muslim yg ingin menyaksikan karena issue ini terlalu dibesar2kan. .
Yang lebih penting adalah bagaimana saat ini kita mengontrol televisi yang ada saat ini agar menghasilkan acara2 yang baik, yang tidak merusak generasi2 muda wal bi khusus generasi muslim.
Satu siaran langsung yang kita antisipasi melalui ajakan berita2 seperti ini, mungkin bisa efektif. Tapi kita jangan lupa bahwa ada acara2 rutin di pertelevisian kita yang jauh lebih berbahaya..
wassalamu'alaykum wr wb
syukron.
___________________________
___________________________
From: Budi Dharma
E-mail: budiprestasi@yahoo.co.id
Saya heran dengan gaya “toleransi” umat beragama di negeri ini. Apa sich yang perlu ditakuti dari sebuah program FTV jelang sebuah hari raya keagamaan ? Memangnya nanti mencetak rating berapa sih ? Hebat betul kalau sebuah sinetron bisa mengubah keyakinan seseorang atau ini karena memang pondasi keimanan kaum muslim tergolong rendah sehingga kalau hanya menyimak sinetron tersebut langsung dianggap murtad?
Waktu sinetron2 religi (Islam, setidaknya digambarkan dengan adegan shalat) bergentayangan, bahkan mewabah di tiap bulan puasa, apakah umat non muslim protes karena dianggap bisa mengganggu kadar kepercayaan mereka akan agama yang dipeluknya?
Saya cukup salut waktu film “The passion of the Christ” bisa tayang di TransTV ( setahun setelah pemutaran di bioskop ), bahkan acungan jempol bagi saya karena di negara yg dianggap mayoritas muslim ini, justru film bernuansa kristiani ini bisa tayang perdana di layar kaca free to air di dunia. Dan itu berlangsung nyaris tanpa gejolak.
Juga ketika sinetron “Buku harian Nayla” ( sekarang ada “Sentuh hatiku” ) ditayangkan jelang Natal 2006, justru gebleg-nya ada yang menyarankan umat muslim tidak ikut-ikutan menyanyikan lagu soundtrack-nya. Wow…, begitu hebatnyakah efek program2 bernuansa kristiani ini bagi kaum muslim?
DaaiTV yg bernuansa Budha mungkin tidak terlalu diprotes, coba kalau nanti ada saluran tv (local) berbasis Kristen ? Btw, mengapa (pemuka) umat muslim lebih memusuhi saudara sebangsanya yang berlainan agama ketimbang bajingan bernama koruptor yang telah meluluh lantakkan bangsa ini ? Apa sih kerjanya departemen agama kalau begitu ?
PS : mestinya yang “ditakuti” tuh tayangannya Aa Gym, bisa membuat para suami punya dalih untuk berpoligami......
___________________________
From: M. Ainun Ridho
E-mail: ainunridho@yahoo.com
[skip] Atau bagi yang tetap penasaran menonton, sebaiknya jangan lepas dari wudhu selama menonton film ini..... [snip]
berarti, kalo kentut pas nonton... langsung murtad!
huahahaha...
[semoga Tuhan senantiasa menuntun langkah kita, apapun agamanya, di dunia maupun akhirat]
___________________________
E-mail: riogrande_72@yahoo.com
Terus terang sangat prihatin dengan adanya imbauan-imbauan tersebut. Sebagai catatan, saya juga seorang muslim, tapi saya sangat keberatan dengan adanya sentimen-sentimen anti ras, anti golongan atau anti agama tertentu, karena hal itu lha yang membuat wawasan intelektual seseorang akan mati. Hal itu juga yang menjadikan asal muasal terjadinya perpecahan.
Kalau pun, memang terdapat hidden interest atas program tertentu, saya pikir itu monggo monggo aja. Yaaa tanda orang orang yang pindah agama tersebut memang tidak memiliki pendirian dan pengetahuan yang kuat atas agamanya yang dianut. Dan orang-orang seperti itu tidak diperlukan untuk agama manapun. Sooo... no big deal.
___________________________













8 komentar:
Hahahahaha .....
Itu sih cuma kerjaannya Sales Film yang kurang kerjaan aja ....
yang jadi pertanyaan sekrg
kenapa musti takut???bukankah muslim khan di Indonesia adalah yang terbanyak didunia . koq sama program gituan takut.
Waspada??? Apanya yang perlu diwaspadai, bukankah umat muslim punya jutaan ulama,dai, dan lain-lain yang harusnya sanggup membentengi keyakinan umatnya Harusnya intropeksi dong, klo memang banyak yang murtad, akibat acara tersebut
misalnya haruslah dipertanyakan peran para ulama dalam membimbing umatnya, dalam membina dan membentengi keyakinan para umatnya., jangan hanya terlibat politik aja sehingga konsentrasi untuk membimbing umat jadi terbengkalai
umat muslim gak perlu takut sama acara2 begitu, dengan sumber daya dan dana tak terbatas, minimal kenapa umat muslim tidak buat juga acara serupa
masak kalah sama saya, yang notabene tiap hari selalu dikhotbahi sama orang kristen, toh saya masih tetap aja gak kemana-mana, dan juga di tv banyak juga acara2 islami toh saya juga gak terpengaruh, malah suka aja, ambil segi positif, terkandung didalam makna acara tersebut tanpa harus ikut ke'dalam',karena bagi saya , apa yang mereka lakukan bukanlah hal yang aneh, dan wajar, asal tidak memaksa dengan kekerasan dan pertumpahan darah dan sebatas adu logika, ya monggo saya siap 24 jam untuk mereka klo perlu hehehehe, disamping itu juga karena saya punya keyakinan dan keyakinan itu akan saya pegang teguh dalam menghadapi pelbagai ‘promosi’ keagamaan yang marak di Negara yang multi suku,agama seperti di Indonesia
jadi untuk masalah ‘promosi’ agama bukanlah sesuatu yang ditakuti,bahkan seneng aja, sebagai latihan untuk mengetes keyakinan disamping menambah pengetahuan, GItu aja koq repot
novelia
sorry2..tapi bukannya lebih baik setelah ada heboh2 kayak gini kita umat Islam dibikinin tayangan yang "TIDAK MEMURTADKAN", "TIDAK BERBAU ZIONIS", "TIDAK MEMUNCULKAN MAYAT BERBELATUNG"... emang sih nggak menjual, kalo emang ga ada dana bukannya lebih baik dipromosikan dengan cara yang sama seperti promosi gratis si my hope indonesia itu..?
[Selain bisa terhindar dari pengaruh mistis film tersebut (berkat doa puasa selama sebulan yang memanggil kekuatan—istilah mereka pasukan doa—dari alam ghaib), maka hal ini juga sebagai bentuk penghematan energi. Bukankah Lidya Kandouw—orang Kristen juga, ibunya Nana Mirdad—sering bilang di TV: “Matikan Yang Tidak Perlu, Yang Tidak Perlu Matikan!” Jadi daripada buang-buang listrik dan usia pesawat TV, alangkah bijaknya kita mematikan pesawat TV di waktu tersebut.]
Harusnya, klo mo hemat energi, skalian aja ga usah nyalain TV 24 jam sehari, 7 hari seminggu. baru hemat namanya... klo matiin tv cm tanggal 15 desember doang, cm sktr 1 or 1/2 jam sih ga akan berhemat..
lagian ya, infotainment rasanya punya daya tarik mistis yg jauh lebih kuat. buktinya? berapa byk ibu2, remaja2 yg dgn setia nangkring di dpn tv bwt ngikutin perkembangan dunia selebritis? sampe lupa mandi, lupa masak, nyuekin suami, ga belajar, dll... itu yg perlu diperhatiin, bknnya malah takut sm satu FTV. be an adult... jangan berpikir terlalu sempit. inilah yg bikin indonesia ga pernah bisa maju. terlalu banyak orang berpikiran sempit di negara ini...
paling2 cuma sinetron picisan doang... sama kaya agama... picisan!!!
me
kabo
Aku sih yang berbau kristen, ogah nonton males, lha wong mimbar agama Kristen saja kaya' main sinetron.Apalagi yang berbau sinetron tambah males lagi. Mending nonton Casper tambah kauayal lagi, hantu cari teman.
Aku da nonton sinetronnya, gara2 penasaran ada yang ngirim ke FS soal info sinetron yang katanya bisa bikin murtad ini. Hoahem...sumpah, ngantuk nontonnya. Padahal da ta pelototin dari awal sampe akhir, nunggu mana kira2 yang bisa bikin aku mengingkari sang pencipta. Boro2 murtad, muntah iya. Uda de, yang ngerasa muslim ga usah parno gitu cuma gara2 sinetron yang ga jelas dan diperanin orang yang ga jelas jg. Percayalah bahwa agamamu itu nomor satu dan ga akan berubah gara2 apapun. Orang muslim yang bener tuh yang apal Injil ataupun kitab2 lain, tapi ga berubah imannya (contohnya Alm. Ahmad Deedad), yang masuk gereja ikut kebaktian tapi tambah yakin sama ke-Islamannya, yang diancam dibunuh agar ganti keyakinan tapi kekeuh dengan akidahnya, yang bisa dan berani berdebat dengan para evangelist2 yang gentayangan tapi malah bikin "gembala2" itu kehabisan kata2. Itu muslim yang bener!!!
(Sama warisannya Paulus (baca:BUKAN ajaran Christ!) aja kok keder bin parno...)
sms berantai malahan memperkaya temasek!
heran juga masih ada orang yang punya otak tapi tidak dipakai!
Post a Comment