17 May, 2008

Agenda Liputan

Agenda Liputan Maret - Mei 2008




______________________________________________

Sabtu, 10 Mei 2008

Festival Jajanan Bango 2008

Stadion Brawijaya, Surabaya

Media briefing akan digelar usai acara pembukaan FJB 08. Mohon kehadirannya pada pukul 09.30 wib. Disediakan media kit berikut informasi Lomba Kreativitas Bango berhadiah total senilai Rp 80 juta!

FJB tahun ini akan digelar di 3 kota: Surabaya, Bandung, dan Jakarta.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan kirim email ke: mediacare@cbn.net.id

Klik:

www.bango-mania.org

______________________________________________

Kamis, 8 Mei 2008

Peluncuran Perdana Festival Jajanan Bango 2008


Restoran Bumbu Desa, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat

Mulai pukul 11.30 wib hingga selesai

Menurut rencana akan hadir Syaharani dan Ujo Project Pop. Disediakan media kit berikut informasi Lomba Kreativitas Bango berhadiah total senilai Rp 80 juta!

FJB tahun ini akan digelar di 3 kota: Surabaya, Bandung, dan Jakarta.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan kirim email ke: mediacare@cbn.net.id

Klik:

www.bango-mania.org

______________________________________________

Sphere: Related Content

Ikuti lomba ngeblog di ajang Festival Jajanan Bango 2008!

Ikuti lomba ngeblog di ajang Festival Jajanan Bango 2008!







"Lomba Blog Bango" ditujukan untuk masyarakat Indonesia yang memiliki blog, sebagai bentuk apresiasi dari Bango kepada para blogger dalam ikut serta mengangkat citra aneka makanan tradisional khas Nusantara warisan nenek moyang kita dan mempromosikan wisata kuliner melalui media weblog di internet. Untuk itu, Bango mengundang rekan-rekan blogger berpartisipasi dalam lomba penulisan secara online ini.

Tema

Bango Blogger Contest” yang bersemangatkan citizen journalism (jurnalisme warga) tersebut kali ini mengangkat tema “Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango”, dan terbuka untuk diikuti oleh para blogger dimana saja berada. Ulasan di blog menggambarkan pengalaman yang penuh nostalgia saat menikmati aneka kuliner khas Nusantara dalam kegiatan yang rutin digelar oleh Bango, yaitu “Festival Jajanan Bango”, di tengah kemeriahan perayaan 80 Tahun Bango.

Hadiah

Hadiah untuk para pemenang Lomba Blog Bango:

Juara 1
Uang tunai senilai Rp 8,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam

Juara 2
Uang tunai senilai Rp 6,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam

Juara 3
Uang tunai senilai Rp 3,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam

Juara Harapan
Sebanyak 3 orang pemenang, masing-masing mendapat hadiah uang tunai senilai Rp 1,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam

Kriteria lomba

• Untuk dapat mengikuti lomba ini, silakan Anda kunjungi acara “FJB 2008”. Pilih salah satu kota terdekat dimana Anda kini bermukim: Surabaya, Bandung, atau Jakarta. Anda juga dapat mengunjungi gerai/warung/rumah makan penyaji masakan tradisional yang terpilih sebagai Duta Bango di kota Bogor, Solo, Yogyakarta, Medan, Malang, Surabaya, Bandung, dan Jakarta.

• Saat tiba di lokasi dimana ajang FJB digelar, daftarkan diri Anda di tenda “Media Center”. Khusus untuk peserta lomba antar blogger, meja pendaftaran dibuka mulai pukul 12.00 WIB hingga 17.00 WIB. Bagi Anda yang berhalangan hadir di FJB, dapat mengirimkan formulir pendaftaran keikutsertaan lomba melalui email. Untuk pendaftaran peserta tidak dipungut biaya apapun.

• Materi yang diikutsertakan dalam lomba berkaitan dengan acara “Festival Jajanan Bango” (FJB), dimana isi blog yang Anda tuliskan menggambarkan suasana kegiatan tahunan yang rutin digelar oleh Bango tersebut. Tulisan dikaitkan dengan pentingnya upaya melestarikan kuliner Nusantara warisan nenek moyang kita.

• Isi blog mengkomunikasikan acara yang digelar oleh Bango dalam penyajian yang menarik, dengan gaya penulisan hendaknya mengikuti kaidah jurnalistik dan disarankan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Apabila ada istilah-istilah Bahasa Daerah setempat, cantumkan pula terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.

• Mengingat tema lomba tahun ini terkait dengan wisata kuliner, paparkan kondisi pariwisata secara umum serta geliat wisata kuliner di daerah Anda masing-masing untuk memperkaya ilustrasi tulisan Anda.

• Anda dapat mengikutsertakan lebih dari 1 artikel untuk lomba ngeblog ini.

• Tulisan karya Anda yang akan dinilai oleh Dewan Juri adalah yang tayang di blog sebelum 1 Juli 2008 (khusus FJB Surabaya), sebelum 1 Agustus 2008 (khusus FJB Bandung), dan sebelum 1 Oktober 2008 (khusus FJB Jakarta).

• Keputusan Dewan Juri tak dapat diganggu gugat.


Jadwal Pelaksanaan FJB 2008

Surabaya: Sabtu, 10 Mei 2008 di Stadion Brawijaya, Jl. Hayam Wuruk (samping Sutos - Surabaya Town Square), digelar mulai pukul 11.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Bandung: jadwal dan lokasi menyusul

Jakarta: jadwal dan lokasi menyusul

Duta Bango

Para Duta Bango yang terpilih mewakili kotanya untuk ikut serta dalam FJB 2008 yang digelar di 3 kota adalah:

- Ketoprak Ciragil mewakili Jakarta, DKI
- Nasi Bug Trunojoyo mewakili Malang, Jawa Timur
- Nasi Gudeg RM Adem Ayem mewakili Yogyakarta, DIY
- Tengkleng Bu Edi mewakili Surakarta (Solo), Jawa Tengah
- Kupat Tahu Gempol mewakili Bandung, Jawa Barat
- Soto Udang RM Rinaldy mewakili Medan, Sumatra Utara
- Tutug Oncom Sangu Kiray mewakili Bogor, Jawa Barat
- Coto Makassar Daeng Muchtar asal Makassar
- Rawon Nguling mewakili Surabaya, Jawa Timur

Dewan Juri:

Internal PT Unilever Indonesia, Tbk serta wakil dari Mindshare, Lowe Worldwide dan BizzComm!


Keikutsertaan lomba

Kirimkan karya Anda yang sudah tayang di blog berupa print out berwarna (bukan fotokopi), internet link (URL address), plus data peserta lomba (nama, nomor telepon/HP, e-mail dan alamat lengkap) dan lampirkan kartu nama serta foto copy KTP, tujukan ke:

Erni Utami Yamin
BizzComm!
Jl. Seno Lama no 26,
Pejaten Timur, Jakarta Selatan 12510
E-mail: festivaljajananbango@yahoo.com

Mohon lampirkan foto copy KTP dan kartu nama (bilamana ada).


Pengumuman pemenang lomba

Pengumuman pemenang lomba akan dilaksanakan pada pertengahan Desember 2008 di Jakarta.


Saran untuk para blogger

• Bagi rekan-rekan blogger yang berminat mengikuti lomba ini kami sarankan untuk bergabung di milis Komunitas Bango Mania (KBM) dengan URL address:

http://www.yahoogroups.com/group/bango-mania

Atau kirimkan email kosong, tujukan ke:

bango-mania-subscribe@yahoogroups.com

• Memajang blog Komunitas Bango Mania sebagai pranala luar/tautan (link) pada blog milik Anda dengan mencantumkan URL address sebagai berikut:

http://www.bango-mania.org

• Memajang logo “Festival Jajanan Bango” di blog Anda.

• Kami sarankan kepada Anda untuk mengunduh (download) widget di Technorati (www.technorati.com) dan memajangnya di blog Anda guna mempermudah pemantauan (monitoring).

• Untuk acuan penulisan, Anda dapat meminta Media Kit dari panitia.

• Guna melengkapi tulisan dan foto-foto pada blog, Anda kami persilakan untuk mengunjungi gerai-gerai penjaja makanan yang pernah mengikuti FJB. Anda tidak sekadar bersantap, tetapi kami sarankan Anda juga berbicara dari hati ke hati dengan pemilik/pengelola gerai/ warung/ rumah makan tersebut.

• Tampilan blog akan lebih menarik apabila tak melulu tulisan, tapi juga dihiasi dengan gambar, misalnya foto, ilustrasi, kartun dan sejenisnya.

Sphere: Related Content

Ikuti "Lomba Foto Bango" di ajang Festival Jajanan Bango 2008!

Ikuti "Lomba Foto Bango" di ajang Festival Jajanan Bango 2008!

“Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango”

Memperebutkan Total Hadiah Senilai Rp 80,000,000!











Pengantar

Dalam rangka pelaksanaan Festival Jajanan Bango 2008 (FJB 08), Bango yang menjadi merk kecap andalan PT Unilever Indonesia Tbk. kembali menggelar lomba penulisan artikel, lomba foto, lomba ngeblog, dan entry baru yaitu lomba video dokumenter. Penyelenggaraan berbagai lomba bernuansa kreatif ini merupakan salah satu segmen acara dari road show FJB 08 yang tahun ini digelar di 3 kota yaitu Surabaya, Bandung, dan Jakarta - berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2008 mendatang. Sebanyak 8 (delapan) kota lain mengirimkan wakilnya, yaitu para penjaja makanan, sebagai Duta Bango. Digelarnya FJB tahun ini sekaligus untuk merayakan ulang tahun Bango ke-80, dimana kecap ini telah hadir di Indonesia sejak 1928.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para jurnalis (pewarta), fotografer, bloggers, video makers dan masyarakat luas dalam ikut meningkatkan citra aneka hidangan tradisional khas Nusantara warisan nenek moyang kita dan memajukan kegiatan wisata kuliner di Indonesia, Bango mengundang rekan-rekan yang kreatif untuk berpartisipasi dalam aneka lomba yang memperebutkan hadiah total senilai Rp 80,000,000 (Delapan Puluh Juta) ini.

Lomba dibagi menjadi 4 (empat) kategori yaitu:
- Lomba Menulis Bango
- Lomba Foto Bango
- Lomba Blog Bango
- Lomba Video Bango

Lomba Foto Bango

Lomba ini ditujukan khusus untuk para jurnalis foto media cetak, online serta blogger pehobi foto di Indonesia, sebagai bentuk apresiasi dari Bango kepada rekan-rekan pewarta foto dan blogger pehobi foto dalam ikut serta mengangkat citra aneka makanan tradisional warisan nenek moyang dan mempromosikan wisata kuliner melalui media dimana ia berkiprah. Untuk itu, Bango mengundang rekan-rekan fotografer ikut berpartisipasi dalam lomba foto ini.

Tema

“Lomba Foto Bango” kali ini mengangkat tema “Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango“, dan terbuka untuk diikuti oleh para jurnalis foto dan blogger dimana saja berada. Karya foto yang diikut sertakan dalam lomba menggambarkan nostalgia kita pada aneka ragam makanan tradisional yang tersaji di “Festival Jajanan Bango” (FJB) serta kemeriahan suasana perayaan 80 tahun Bango.

Hadiah

Hadiah untuk para pemenang Lomba Foto Bango:

Juara 1
Uang tunai senilai Rp 8,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam

Juara 2
Uang tunai senilai Rp 6,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam

Juara 3
Uang tunai senilai Rp 3,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam

Juara Harapan
Sebanyak 3 orang pemenang, masing-masing mendapat hadiah uang tunai senilai Rp 1,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam


Kriteria lomba

• Untuk dapat mengikuti lomba ini, silakan Anda liput dan abadikan momen-momen menarik pada acara “FJB 2008”. Pilih salah satu kota terdekat dimana Anda kini bermukim: Surabaya, Bandung, atau Jakarta. Anda juga dapat meliput gerai/warung/rumah makan penyanji masakan tradisional yang terpilih sebagai Duta Bango di kota Bogor, Semarang, Solo, Yogyakarta, Medan, Malang, Makassar, Surabaya, Bandung, dan Jakarta.

• Saat tiba di lokasi FJB, daftarkan diri Anda di tenda “Media Center”. Pendaftaran dibuka mulai pukul 9.30 WIB hingga 17.00 WIB, dimana usai acara pembukaan akan digelar media briefing.

Anda juga dapat mendaftarkan melalui email, tujukan ke:

festivaljajananbango@yahoo.com

Untuk pendaftaran peserta tidak dipungut biaya apapun.

• Materi yang diikutsertakan dalam lomba berkaitan dengan acara “Festival Jajanan Bango” (FJB), dimana foto karya Anda menggambarkan suasana kegiatan tahunan yang rutin digelar oleh Bango tersebut. Karya foto dikaitkan dengan pentingnya upaya melestarikan makanan tradisional khas Nusantara warisan nenek moyang kita dan wisata kuliner di Indonesia.

• Peserta dapat mengikut sertakan lebih dari 1 (satu) foto karyanya di lomba ini.

• Karya foto Anda yang akan dinilai oleh Dewan Juri adalah yang dimuat/tayang di media cetak/online/blog dalam kurun waktu 10 Mei hingga 30 September 2008.

• Karya-karya foto yang terpilih sebagai pemenang menjadi hak milik panitia lomba.

• Pengiriman karya foto paling lambat diterima panitia pada 10 Oktober 2008 (cap pos).

• Keputusan Dewan Juri tak dapat diganggu gugat


Jadwal Pelaksanaan FJB 2008


Surabaya:
Sabtu, 10 Mei 2008 di Stadion Brawijaya, Jl. Hayam Wuruk (samping Sutos - Surabaya Town Square), digelar mulai pukul 11.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Bandung:
jadwal dan lokasi menyusul

Jakarta:
jadwal dan lokasi menyusul


Dewan Juri:

Internal PT Unilever Indonesia, Tbk serta wakil dari Mindshare, Lowe Worldwide dan BizzComm!

Keikutsertaan Lomba

Kirimkan karya foto Anda (ukuran 10 R), dilampiri bukti pemuatan di media cetak/online/blog. Pengiriman karya dilampiri data peserta lomba (nama, nomor telepon/HP, e-mail dan alamat lengkap) atau lampirkan kartu nama serta foto copy KTP, tujukan ke:

Erni Utami Yamin
BizzComm!
Jl. Seno Lama no 26, Pejaten Timur,
Jakarta Selatan 12510

E-mail: festivaljajananbango@yahoo.com


Pengumuman Pemenang Lomba

Pengumuman pemenang lomba akan dilaksanakan pada pertengahan Desember 2008 di Jakarta.


Saran

• Bagi rekan-rekan wartawan yang berminat mengikuti lomba ini kami sarankan untuk bergabung di milis Komunitas Bango Mania (KoBaMa) dengan URL address:

http://www.yahoogroups.com/group/bango-mania

Atau kirimkan email kosong, tujukan ke:

bango-mania-subscribe@yahoogroups.com

• Untuk informasi lebih lanjut mengenai lomba dapat Anda simak di:

http://www.bango-mania.org


• Nilai plus bagi peserta apabila foto-foto karyanya juga terpajang di www.flickr.com dengan nama file mengandung unsur kata ”bango”.

Sphere: Related Content

Ikuti lomba menulis artikel di ajang Festival Jajanan Bango 2008!


Ikuti "Lomba Menulis Bango" di ajang Festival Jajanan Bango 2008!







“Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango”

Memperebutkan Hadiah Total Senilai Rp 80,000,000!

Pengantar

Dalam rangka pelaksanaan Festival Jajanan Bango 2008 (FJB 08), Bango yang menjadi merk kecap andalan PT Unilever Indonesia Tbk. kembali menggelar lomba penulisan artikel, lomba foto, lomba ngeblog, dan entry baru yaitu lomba video. Penyelenggaraan berbagai lomba bernuansa kreatif ini merupakan salah satu segmen acara dari road show FJB 08 yang tahun ini digelar di 3 kota yaitu Surabaya, Bandung, dan Jakarta - berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2008 mendatang. Sebanyak 8 (delapan) kota lain mengirimkan wakilnya, yaitu para penjaja makanan, sebagai Duta Bango. Digelarnya FJB tahun ini sekaligus untuk merayakan ulang tahun Bango ke-80, dimana kecap ini telah hadir di Indonesia sejak 1928.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para jurnalis (pewarta), fotografer, bloggers, video makers dan masyarakat luas dalam ikut meningkatkan citra aneka hidangan tradisional dan jajanan khas Nusantara dan memajukan kegiatan wisata kuliner, Bango mengundang rekan-rekan media, fotografer, para blogger dan masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam aneka lomba yang memperebutkan hadiah total senilai Rp 80,000,000 (Delapan Puluh Juta) ini.

Lomba dibagi menjadi 4 (empat) kategori yaitu:
- Lomba Menulis Bango
- Lomba Foto Bango
- Lomba Blog Bango
- Lomba Video Bango


Lomba Menulis Bango

Lomba ini ditujukan khusus untuk para jurnalis media cetak dan online di Indonesia, sebagai bentuk apresiasi dari Bango kepada rekan-rekan wartawan dalam ikut serta mengangkat citra aneka makanan tradisional warisan nenek moyang kita dan mempromosikan wisata kuliner melalui media dimana ia berkiprah. Untuk itu, Bango mengundang rekan-rekan wartawan kiranya dapat ikut berpartisipasi dalam lomba penulisan artikel ini.

Tema

“Lomba Menulis Bango” kali ini mengangkat tema “Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango”, dan terbuka untuk diikuti oleh para jurnalis dimana saja berada. Ulasan di artikel menggambarkan pengalaman yang mengasyikkan berwisata kuliner dalam kegiatan yang rutin digelar oleh Bango, yaitu “Festival Jajanan Bango”.


Hadiah

Hadiah untuk para pemenang Lomba Menulis Bango:

Juara 1
Uang tunai senilai Rp 8,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam

Juara 2
Uang tunai senilai Rp 6,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam

Juara 3
Uang tunai senilai Rp 3,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam

Juara Harapan
Sebanyak 3 orang pemenang, masing-masing mendapat hadiah uang tunai senilai
Rp 1,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam


Kriteria lomba

• Untuk dapat mengikuti lomba ini, silakan Anda liput acara “FJB 2008”. Pilih salah satu kota terdekat dimana Anda kini bermukim: Surabaya, Bandung, atau Jakarta. Anda juga dapat meliput gerai/warung/rumah makan penyanji masakan tradisional yang terpilih sebagai Duta Bango di kota Bogor, Semarang, Makassar, Solo, Yogyakarta, Medan, Malang, Surabaya, Bandung, dan Jakarta.

• Saat tiba di lokasi FJB, daftarkan diri Anda di tenda “Media Center”. Khusus untuk media, pendaftaran dibuka mulai pukul 9.30 WIB hingga 17.00 WIB, dimana usai acara pembukaan akan digelar media briefing.

• Anda juga dapat mengirimkan mendaftarkan diri melalui email, tujukan ke:

festivaljajananbango@yahoo.com

Untuk pendaftaran peserta tidak dipungut biaya apapun.

• Materi yang diikutsertakan dalam lomba berkaitan dengan acara “Festival Jajanan Bango” (FJB), dimana isi artikel yang Anda tuliskan menggambarkan suasana kegiatan tahunan yang rutin digelar oleh Bango tersebut. Tulisan dikaitkan dengan pentingnya upaya melestarikan kuliner Nusantara warisan nenek moyang kita.

• Isi artikel mengkomunikasikan acara yang digelar oleh Bango dalam penyajian yang menarik, dengan gaya penulisan hendaknya mengikuti kaidah jurnalistik dan disarankan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

• Mengingat tema lomba tahun ini terkait dengan wisata kuliner, paparkan kondisi pariwisata secara umum serta geliat wisata kuliner di daerah Anda masing-masing untuk memperkaya ilustrasi tulisan Anda.

• Tulisan karya Anda yang akan dinilai oleh Dewan Juri adalah yang dimuat/ tayang di media cetak/online baik lokal maupun nasional, dalam kurun waktu 10 Mei – 31 Oktober 2008.

• Keputusan Dewan Juri tak dapat diganggu gugat.


Jadwal Pelaksanaan FJB 2008

Surabaya:
Sabtu, 10 Mei 2008 di Stadion Brawijaya, Jl. Hayam Wuruk (seberang Sutos - Surabaya Town Square), digelar mulai pukul 11.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Bandung:
jadwal menyusul

Jakarta:
jadwal menyusul

Duta Bango

Para Duta Bango yang terpilih mewakili kotanya untuk ikut serta dalam FJB 2008 yang digelar di 3 kota adalah:

- Ketoprak Ciragil mewakili Jakarta, DKI
- Nasi BugTrunojoyo mewakili Malang, Jawa Timur
- Nasi Gudeg RM Adem Ayem mewakili Yogyakarta, DIY
- Tengkleng Bu Edi mewakili Surakarta (Solo), Jawa Tengah
- Kupat Tahu Gempol mewakili Bandung, Jawa Barat
- Soto Udang RM Rinaldy mewakili Medan, Sumatra Utara
- Tutug Oncom Sangu Kiray mewakili Bogor, Jawa Barat
- Coto Makassar Daeng Muchtar mewakili Makassar
- Rawon Dengkul Nguling mewakili Surabaya, Jawa Timur

Dewan Juri

Internal PT Unilever Indonesia, Tbk serta wakil dari Mindshare, Lowe Worldwide dan BizzComm!

Keikutsertaan lomba

Kirimkan karya Anda yang sudah dimuat/tayang di media cetak (berupa guntingan artikel, bukan fotocopy) atau online (berupa print out, bukan fotokopi), internet link (URL address) bilamana ada, plus data peserta lomba (nama, nomor telepon/HP, e-mail dan alamat lengkap) , tujukan ke:

Erni Utami Yamin
BizzComm!
Jl. Seno Lama no 26,
Pejaten Timur, Jakarta Selatan 12510

E-mail: festivaljajananbango@yahoo.com

Mohon lampirkan foto copy KTP.


Pengumuman pemenang lomba

Pengumuman pemenang lomba akan dilaksanakan pada pertengahan Desember 2008 di Jakarta.


Saran

• Bagi rekan-rekan wartawan yang berminat mengikuti lomba ini kami sarankan untuk bergabung di milis Komunitas Bango Mania (KoBaMa) dengan URL address:

http://www.yahoogroups.com/group/bango-mania

Atau kirimkan email kosong, tujukan ke:

bango-mania-subscribe@yahoogroups.com

• Untuk informasi lebih lanjut mengenai lomba dapat Anda simak di:

http://www.bango-mania.org

• Guna melengkapi tulisan dan foto-foto, Anda kami persilakan untuk mengunjungi gerai-gerai penjaja makanan di kota Anda yang pernah atau saat ini mengikuti FJB.

Sphere: Related Content

Ikuti lomba video dokumenter di ajang Festival Jajanan Bango 2008!

Ikuti lomba video dokumenter di ajang Festival Jajanan Bango 2008!




“Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango”
Memperebutkan Total Hadiah Senilai Rp 80,000,000!


Pengantar

Dalam rangka pelaksanaan Festival Jajanan Bango 2008 (FJB 08), Bango yang menjadi merk kecap andalan PT Unilever Indonesia Tbk. kembali menggelar lomba penulisan artikel, lomba foto, lomba ngeblog, dan entry baru yaitu lomba video. Penyelenggaraan berbagai lomba bernuansa kreatif ini merupakan salah satu segmen acara dari road show FJB 08 yang tahun ini digelar di 3 kota yaitu Surabaya, Bandung, dan Jakarta - berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2008 mendatang. Sebanyak 8 (delapan) kota lain mengirimkan wakilnya, yaitu para penjaja makanan, sebagai Duta Bango. Digelarnya FJB tahun ini sekaligus untuk merayakan ulang tahun Bango ke-80, dimana kecap ini telah hadir di Indonesia sejak 1928.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para jurnalis (pewarta), fotografer, bloggers, video makers dan masyarakat luas dalam ikut memajukan kegiatan untuk meningkatkan citra aneka makanan tradisional khas Nusantara dan wisata kuliner kepada masyarakat luas, Bango mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam lomba yang memperebutkan hadiah total senilai Rp 80,000,000 (Delapan Puluh Juta) ini.

Lomba dibagi menjadi 4 (empat) kategori yaitu:
- Lomba Menulis Bango
- Lomba Foto Bango
- Lomba Blog Bango
- Lomba Video Bango

Lomba Video Bango

Lomba ini ditujukan untuk para jurnalis televisi, kameraman dan masyarakat umum sebagai bentuk apresiasi dari Bango kepada masyarakat dalam ikut serta mengangkat citra aneka makanan tradisional warisan nenek moyang kita dan mempromosikan wisata kuliner di Indonesia. Untuk itu, Bango mengundang masyarakat luas kiranya dapat ikut berpartisipasi dalam lomba video ini.

Tema

“Lomba Video Bango” kali ini mengangkat tema “Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango”, dan terbuka untuk diikuti oleh umum. Rekaman pada video menggambarkan pengalaman yang mengasyikkan berwisata kuliner dalam acara tahunan yang digelar oleh Bango, yaitu “Festival Jajanan Bango” (FJB).


Hadiah

Hadiah untuk para pemenang Lomba Video Bango:

Juara 1
Uang tunai senilai Rp 8,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam

Juara 2
Uang tunai senilai Rp 6,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam

Juara 3
Uang tunai senilai Rp 3,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam

Juara Harapan
Sebanyak 3 orang pemenang, masing-masing mendapat hadiah uang tunai senilai Rp 1,000,000
+ Cinderamata Bango + Piagam


Kriteria lomba

• Untuk dapat mengikuti lomba ini, silakan Anda liput acara “FJB 2008”. Pilih salah satu kota terdekat dimana Anda kini bermukim: Surabaya, Bandung, atau Jakarta. Anda juga dapat meliput gerai/warung/rumah makan penyanji masakan tradisional yang terpilih sebagai Duta Bango di kota Bogor, Semarang, Solo, Yogyakarta, Medan, Malang, Makassar, Surabaya, Bandung, dan Jakarta.

• Saat tiba di lokasi FJB, daftarkan diri Anda di tenda “Media Center”. Khusus untuk media, pendaftaran dibuka mulai pukul 9.30 WIB hingga 17.00 WIB, dimana usai acara pembukaan akan digelar media briefing. Anda juga dapat mendaftarkan diri melalui email, tujukan ke:

festivaljajananbango@yahoo.com

Untuk pendaftaran peserta tidak dipungut biaya apapun.

• Materi yang diikutsertakan dalam lomba berkaitan dengan acara “Festival Jajanan Bango” (FJB), dimana rekaman video karya Anda menggambarkan suasana kegiatan tahunan yang rutin digelar oleh Bango tersebut. Karya video dikaitkan dengan pentingnya upaya melestarikan kuliner Nusantara warisan nenek moyang kita.

• Peserta dapat mengirimkan lebih dari 1 (satu) karya videonya, dengan durasi maksimal 10 (sepuluh) menit.

• Karya video Anda yang akan dinilai oleh Dewan Juri wajib diupload di situs: www.youtube.com atau video streaming pada website/blog Anda dalam kurun waktu 10 Mei – 31 Oktober 2008. Nama file mengandung unsur kata ”bango”.

• Karya-karya yang terpilih sebagai pemenang menjadi hak milik panitia lomba.

• Pengiriman karya video paling lambat diterima panitia pada 10 November 2008 (cap pos).

• Keputusan Dewan Juri tak dapat diganggu gugat


Jadwal Pelaksanaan FJB 2008


Surabaya:
Sabtu, 10 Mei 2008 di Stadion Brawijaya, Jl. Hayam Wuruk (samping Sutos - Surabaya Town Square), digelar mulai pukul 11.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Bandung:
jadwal menyusul

Jakarta:
jadwal menyusul


Duta Bango

Para Duta Bango yang terpilih mewakili kotanya untuk ikut serta dalam FJB 2008 yang digelar di 3 kota adalah:
- Ketoprak Ciragil mewakili Jakarta, DKI
- Nasi Bug mewakili Malang, Jawa Timur
- Nasi Gudeg RM Adem Ayem mewakili Yogyakarta, DIY
- Tengkleng Bu Edi mewakili Surakarta (Solo), Jawa Tengah
- Kupat Tahu Gempol mewakili Bandung, Jawa Barat
- Soto Udang RM Rinaldy mewakili Medan, Sumatra Utara
- Tutug Oncom Sangu Kiray mewakili Bogor, Jawa Barat
- Coto Makassar Daeng Muchtar asal Makassar
- Rawon Nguling mewakili Surabaya, Jawa Timur

Dewan Juri

Internal PT Unilever Indonesia, Tbk serta wakil dari Mindshare, Lowe Worldwide dan BizzComm!

Keikutsertaan Lomba

Kirimkan karya video Anda, dilampiri data peserta lomba (nama, nomor telepon/HP, e-mail dan alamat lengkap) atau lampirkan kartu nama serta foto copy KTP, tujukan ke:

Erni Utami Yamin
BizzComm!
Jl. Seno Lama no 26,
Pejaten Timur, Jakarta Selatan 12510

E-mail: festivaljajananbango@yahoo.com


Pengumuman Pemenang Lomba

Pengumuman pemenang lomba akan dilaksanakan pada pertengahan Desember 2008 di Jakarta.

Saran

• Bagi rekan-rekan yang berminat mengikuti lomba ini kami sarankan untuk bergabung di milis Komunitas Bango Mania (KoBaMa) dengan URL address:

http://www.yahoogroups.com/group/bango-mania

Atau kirimkan email kosong, tujukan ke:

bango-mania-subscribe@yahoogroups.com

• Untuk informasi lebih lanjut mengenai lomba dapat Anda simak di:

http://www.bango-mania.org

Sphere: Related Content

20 April, 2008

Anda mencintai kuliner Nusantara warisan nenek moyang kita?











Ingin menggali dan ikut melestarikan kekayaan kuliner Nusantara warisan nenek moyang kita?



Silakan klik:


www.bango-mania.org


Untuk bergabung di milis Komunitas Bango Mania silakan klik:

http://www.yahoogroups.com/group/bango-mania


Atau kirimkan email ke:


bango-mania-subscribe@yahoogroups.com



Kami tunggu partisipasi Anda semua!

Sphere: Related Content

19 April, 2008

MNC masuk, 57 karyawan Deli TV dipecat

Salam Pers!

MANTAN KARYAWAN DELI TV TUNTUT HAK NORMATIF

Perusahan Televisi lokal Sumatera Utara PT. Deli Media Televisi (DELI TV) yang merupakan televisi lokal pertama di Sumatera Utara telah melakukan pemecatan besar-besaran terhadap karyawannya yang telah mengabdi selama hampir 3 tahun, pemecatan tersebut dilakukan
tanpa pemberitahuan sebelumnya, bahkan tanpa diberikan Hak-Hak normatif oleh perusahaan Deli TV.

Tiga tahun mengabdi bukan waktu yang sedikit bagi karyawan Deli TV, dari mulai Deli Tv yang memiliki gedung sebuah ruko di jalan timor hingga menjadi sebuah stasiun televisi yang standar saat ini di Jl. Wartawan/Intertip Medan.

Pemecatan tersebut dipicu terjadinya ketidakcocokan antara sesama pemegang saham dalam pembagian keuntungan, karena Manajemen Deli Tv dibawah Direktur umum Chairman, SE dinilai tidak ada Transparansi, dan diduga banyak penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan Direktur Umum tersebut, sehingga terjadi percekcokan antar pemegang Saham serta dengan ambisinya, Chairman, SE menjual Televisi Lokal yang merupakan Kebanggaan Masyarakat Sumut kepada MNC GROUP dengan dalih Chairman, SE dijanjikan menjabat sebagai Kabiro SUN TV Medan (milik MNC Group). Beginilah kalau pengusaha seperti PENGUASA, mereka sesuka hatinya menindas pekerja yang memang mencari uang untuk kebutuhan hidup.


Penjualan televisi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara tersebut, bukan membawa perubahan bagi karyawan Deli Tv yang tidak jelas nasibnya, tetapi justru terjadi pengangguran besar-besaran di Sumatera Utara, dimana Karyawan yang telah mengabdi selama hampir 3
tahun dipecat begitu saja tanpa ada surat PHK dan pesangon, lebih sadisnya lagi, pengumuman Pemecatan diumumkan melalui selembar kertas yang di tempelkan di meja security, seperti pengumuman kelulusan Ujian Negara siswa SMP, dalam surat pengumuman tersebut,
ditulis, "Bagi Nama Karyawan yang tidak tercantum namanya dilarang masuk kembali, segala pengurusan gaji terakhir akan diselesaikan pada hari berikutnya".

Kami Sebagai Karyawan/ i merasa terzalimi dengan terjadinya pengalihan dari pemilik lama ke pemilik yang baru. Karena dimana kami orang yang telah mengabdi selama lebih kurang 3 tahun dan memberikan loyalitas serta ikut membesarkan nama DELI TV dibuang begitu saja tanpa adanya konfirmasi ataupun pemberitahuan sebelumnya oleh Pihak Manajement DELI TV
Bapak Chairman, SE, bahkan pemecatan tersebut tanpa diberikan pesangon dan surat PHK serta tanpa melalui prosedur yang ditetapkan oleh undang-undang ketenagakerjaan.

Akibat Peristiwa ini mantan karyawan Deli Tv, yang ingin menikah, baru menikah dan memiliki keluarga. tidak tahu nasib keluarga dan masa depan mereka. Maka, melalui FORUM ini kami mantan Karyawan Deli Tv akan melakukan tuntutan sebagai berikut :

1. Mantan Karyawan Deli Tv MENUNTUT diaudit manajemen Deli Tv dibawah kepemimpinan direktur Umum Chairman, Se alias Apin, karena diduga banyak penipuan-penipuan yang dilakukan pada pemirsa Deli Tv (Masyarakat Sumut) dalam menyiarkan Program-program kuis diantaranya "Kuis Hannock", "Warung sehat" dimana pada seharusnya pada perjanjian kontraknya harus disiarkan secara langsung (LIVE) ini dilakukan secara siaran ulang (TAPING) dan pemenang serta hadiah diambil oleh Direktur Umum Deli Tv Chairman, SE tanpa diketahui
pemasang iklan.

2. Mantan Karyawan Deli Tv MENUNTUT Manajement Deli membayar pesangon Karyawan yang dipecat secara sepihak tanpa melalui prosedur yang ditetapkan Undang-undang
ketenagakerjaan.

3. mantan Karyawan Deli Tv Meminta DPRDSU, PEMPROVSU dan KAPOLDASU mencabut hak siar perusahaan media PT. Deli Media Televisi, karena diduga tidak memiliki izin
penyiaran sejak mengudara.

4. Mantan karyawan Deli Tv Meminta DPRDSU, PEMPROVSU kapoldasu mengusut penjualan Deli Tv ke Pihak Pusat dalam hal ini dibeli MNC untuk dijadikan Biro SUN TV (MNC Group), sebab izin Deli Tv hanya izin lokal bukan izin Nasional.

Demikian tuntutan kami sebagai mantan karyawan Deli Tv yang dipecat tanpa memberikan hak-hak pekerja.

Medan , 03 April 2008


TTD
FORUM PEUDLI NASIB DELI TV Medan

Sphere: Related Content

Adhie Massardi: Provokasi Metro TV untuk memusnahkan Jemaat Ahmadiyah

Adhie Massardi di milis Naratama TV menyatakan bahwa tayangan di Metro TV pada hari Sabtu sore, 19 April 2008 tentang Ahmadiyah terlalu berlebihan dan insinuatif karena memprovokasi masyarakat untuk memusnahkan Jemaat Ahmadiyah secara fisik.
"Ini mengerikan....! KPI harus menegur Metro TV," tulisnya.

Sphere: Related Content

KPI kian Islami




Sphere: Related Content

18 April, 2008

Dicari host untuk acara pustaka

Dicari segera Host / Presenter / Pembawa Acara untuk acara Edutainment di TV. ( Sebuah tayangan yang berisi tentang dunia pustaka, serta tayangan-tayangan inspiratif tentang pelaku pendidikan di Indonesia ).


Jika ada yang berminat dan ingin mencoba silakan hubungi Ferdi Setiawan / 08179408005. ...

Adapun sedikit persyaratan non formal yang diutamakan :
1. Wanita / Pria / Freelancer.
2. Usia lebih atau sama dengan 24 tahun, domisili Jakarta.
3. Suka membaca Buku dan Senang ikut diskusi atau bedah buku ( tentative ).
4. Berkemauan keras dan mau belajar.
5. Camera Face meskipun fresh graduate.
6. Fee Host ( Tentative ).

Harap Hubungi segera....Saya Tunggu...
Ferdi Setiawan/0817940800 5

E-mail: jendela_pustaka@yahoo.com

Sphere: Related Content

Gosip Jalanan

Slank


Pernahkah lo denger mafia judi
Katanya banyak suap uang polisi
Tentara menjadi pengawal pribadi

Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda

Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau....... Kacau balau negaraku ini.......

Ada yang tahu mafia peradilan
Tangan kanan buku kiri pidana
Dikasih uang habis perkara

Apa bener ada nafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat

Mau tau gak mafia di Senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit

Pernah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pakai Peci kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar

dikutip dari

http://arnas.web.id/lirik-lagu/lirik-gosip-jalanan-slank/

Sphere: Related Content

The face of our TV industry




http://mediacare.blogspot.com

Sphere: Related Content

07 April, 2008

Tanggapan dari seorang ekspatriat tentang program Idola Cilik

ada tanggapan yang menarik dari seorang ekspatriat yang kebetulan lagi ada di Bali. Ia menuliskan pendapatnya tentang acara ini.
Silahkan membaca pendapat dari orang asing yang menyaksikan acara. ternyata ia mempunyai kegelisahan yang sama terhadap acara sejenis di negaranya.
Trims

Ludi Hasibuan
Majalah BOBO
___________________________________________

TANGGAPAN

Firstly, i apologize for writing in English. I have a very passive understanding of Indonesia, and I certainly dont want to be misunderstood when i try in Bahasa Indonesia. But please hear me out.....

i have been a child advocator and had been practising drama for children for a very long time. so my knowledge of working and developing children is not only from a practical point but very much a learned concept in college.

So, if i may say that this show Idola Cilik is certainly not a healthy way of putting children through a "torment" in front of the camera for others to see, even if it seems entertaining for some people in the dramatic reality fashion. The broadcaster claims to have a psychologist at hand, so if there was one, why did they allow this show to happen the way it, and not be a lot more "child sensitive".

You must know that there are other talent search shows in other parts of the world involving young singers/talents. But not one I know puts them in this trechearous spot for a period of time on air (the show being LIVE) and off stage. Star Search is one of them and another is Got Talent. They both feature extensive child talents. Yes, there will always be disappointments on the side of the child, especially if they have tried very hard. But must we exploit them to this extent for the sake of entertainment and the ratings of the broadcaster? How shallow....and how irresponsible. There are many other ways to interpret this reality and how children behave when defeated, but this Idola Cilik way is not ideal. Ask the child psychologist....I am certain he will agree with me.

Anyway, I hope the broadcaster will muster enough courage not to carry on this way, but find another way to feature children. Yes, it is tough and the ratings may fall. But it is for the sake of the children.

With Indonesian/american Idol, I believe, it is different. The show is directed at a pop culture appeal, and the contestants are of the age where some responsible decisions can be made by themselves. Not with children....

Please see if anyone can stop this from going on. For I had enough of watching it. I stop watching. (j vanthiel)


Sphere: Related Content

31 March, 2008

Ayat-Ayat Cinta, hati-hati menontonnya


adegan ayat-ayat cinta


Oleh: M. Abdulah
E-mail: emabdulah@yahoo.com, emabdalah@yahoo.com


Menonton film Indonesia? Rasanya walaupun diberi imbalan HP Nokia terbaru saya kok memilih lebih baik menemani ponakan saya main petak-umpet..

Kenapa begitu? Film Indonesia, Sinetron Indonesia, setiap kali saya – tanpa sengaja – menontonnya, malah membuat saya seperti orang bodoh. Jalan ceritanya terlalu mudah untuk dicerna dan ditebak. Dialog-dialognya kosong dan tak ada yang memancing indera “keingin tahuan”. Personil yang main juga tidak didukung dengan karakter yang tajam. Aktingnya terasa
sekali dibuat–buat. Yang ditonjolkan hanya wajah-wajah cantik yang mengundang imajinasi porno para penontonnya.

Begitu juga dengan film Indonesia terbaru, Ayat-ayat Cinta (AAC). Tidak ada hal yang baru dalam alur ceritanya. Semuanya berputar-putar pada masalah primitif hawa nafsu manusia, hubungan lain jenis, yang 90 persen menjadi topik film dan sinetron Indonesia.

Kalau bukan karena istri saya yang merengek-rengek minta nonton film kacangan seperti itu, saya tak akan merepotkan diri membuang duit ke bioskop. Bujukan saya untuk membeli VCD bajakannya saja ternyata tidak mempan. “Kalau nonton di VCD kan bisa diulang-ulang
dan lebih murah,” rayu saya. Tapi bibirnya malah makin manyun, pipinya jadi merah, dan tubuh saya habis dicubitin. “Tapi ini bagus, Mas. Ceritanya Islami dan tentang poligami”, serunya. Wah, kalau alasan yang terakhir itu saya tertarik. Akhirnya sebagai suami yang sayang istri, saya pun dengan gentleman mengantarnya nonton.

Benar tuduhan saya terhadap film AAC. Jalan ceritanya membuat saya menguap berkali-kali. Topik yang disuguhkan tidak fokus. Ceritanya sendiri mengisahkan seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Mesir. Di mana lagi kalau bukan di Universitas Al
Azhar yang kesohor itu. Tapi di situ tidak dijelaskan, sang bintang, yang bernama Fahri, mengambil fak apa, jurusan apa. Pokoknya kuliah, gitu aja.

Dan selama film berlangsung, saya menunggu-nunggu setting gambar fisik bangunan Al Azhar yang sudah berumur 1000 tahun itu. Tapi sampai film habis, tak diperlihatkan sama sekali suasana kampus, suasana para pemain yang sedang kuliah menuntut ilmu dengan dosen- dosennya yang brilian. Atau sebagian bentuk bangunan Al Azharnya. Malah pemandangan tangga kampus, yang menurut saya mirip tangga masuk masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, bukan Al Azhar Kairo.

Adegan pertama, terjadi dalam sebuah kereta api. Sang bintang menjadi “hero” dengan membela seorang wanita bercadar yang hendak ditampar seorang muslim radikal karena memberi tempat duduk pada ibu-ibu Amerika. Adegan diawali dengan sikap dan dialog para penumpang di kereta yang terasa mengada-ada. “Ada orang kafir lewat” begitu kira-kira mereka berkata. Padahal mereka adalah mahasiswa-mahasiswa yang tentunya punya rasa humanisme yang tinggi. Mesir adalah negara muslim yang moderat dan cenderung liberal. Jadi bukan hal aneh lagi kalau ada cewek asing lewat. Dan tak akan mungkin mereka mendisposisikan turis itu sebagai “kafir”
secara eksplisit. Attitude seperti itu sangat melecehkan warga Mesir (dan muslim), karena segitu banyak penumpang, masak tak ada yang mau memberi tempat duduk pada wanita tua, walaupun beda agama. Yang memberi tempat duduk malah seorang muslimah bercadar yang berkewarganegaraan Jerman, Aishah.

Seperti sinetron-sinetron lainnya, sang wanita yang dibela kemudian merasa simpati terhadap “pahlawannya” yang telah membelanya, apalagi wajah si pembela bonyok dihantam si penjahat. Di sini supaya lebih heroik sebenarnya si Fahri tidak perlu ditolong oleh kawan-kawannya. Dengan ilmu kanuragan ala Lamongan mustinya si Fahri bisa membela diri, gitu. Walaupun
nantinya si penjahat ternyata lebih sakti, dan si Fahri kalah.

Drama babak pertama berakhir dengan kemenangan si penjahat yang berteriak “Allahu Akbar”. Di sini saya bingung. Kenapa si antagonis, ekstrimis muslim yang keras kepala tersebut sampai akhir cerita tidak dimunculkan lagi. Ceritanya akan sedikit lebih bagus kalau orang yang mukul si Fahri tersebut kemudian menyadari kekeliruannya dan kembali ke jalan yang benar.

Sang Amerika yang ditolong Aishah ternyata adalah jurnalis yang sedang mengadakan penelitian mengenai Islam. Si Fahri, yang membela Aishah, ternyata kemudian dijadikan nara sumber. Dalam wawancara antara jurnalis dan Fahri nampak sekali kemiskinan dialog yang disuguhkan. Setiap pertanyaan si jurnalis selalu dijawab Fahri dengan singkat, ditambahi dengan kata,
“Semuanya sudah saya tulis di buku saya”. Kalau begitu, ngapain si jurnalis jauh-jauh datang dari Amrik, mendingan baca artikel tentang Islam di internet. Cukup dua pertanyaan saja yang dimunculkan di film itu. Lalu adegan berganti. Cewek amrik itu tak pernah dimunculkan lagi sampai film habis. Mustinya sutradara lebih jeli dengan memunculkannya di hari pernikahan Fahri.

Adegan berganti dengan acara ta’aruf antara Aishah dan Fahri. Si Fahri yang hanya anak penjual tape, ditaksir si Aishah yang anak konglomerat Jerman. Tokoh Aishah di sini sangat tidak mirip dengan wajah Jerman. Mungkin terlalu mahal untuk menyewa artis Jerman asli. Begitu juga dengan orang-orang Mesirnya, banyak yang gadungan. Disewa dari hasil pencarian di
pinggir-pinggir jalan Matraman (kasar amat. Sorry). Mereka hanya turunan. Untung hidungnya masih kelihatan mancung.

Walaupun si Fahri mengaku miskin, anak penjual tape (tapi bisa punya ongkos ke Mesir). Cinta Aishah tak terpatahkan. Semua biaya akan ditanggung pihak wanita. Enak tenaaan. Itulah sinetron. Padahal di dunia nyata, sekaya apa pun seorang perempuan, pasti dia akan
mencari lelaki yang lebih kaya.

Di antara kebingungan antara kawin dengan tidak kawin, si pemeran utama menemui gurunya. Di sini saya merasa sangat dilecehkan. Pertemuan murid dan guru sebuah perguruan prestisius setingkat Al-Azhar terjadi di sebuah ruangan gelap, mirip di sudut-sudut musholla, ketika seorang ustadz mengajar Iqra muridnya, di kampung saya. Mungkin si sutradara mengira, Al Azhar itu gak beda dengan halaqah-halaqah pengajian Kebon Jeruk, bukan universitas yang ada kursi dan bangkunya, lengkap dengan papan tulisnya.

Cerita singkatnya, si lakon kemudian “merit” dengan Aishah. Bulan madu dihabiskan di sebuah “kastil”. Di tengah suasana bulan madu, ternyata banyak gadis yang patah hati dengan menikahnya Fahri dengan Aishah. Salah satunya adalah Maryam. Maryam depresi berat
mengetahui Fahri kawin dengan wanita lain. Aneh. Padahal pacaran aja enggak. Kok bisa patah hati. Fahri adalah penganut Islam yang textual (walaupun tidak jenggotan). Bersalaman dengan perempuan saja tidak mau, apalagi mau berkhalwat (menyepi) dengan wanita yang bukan ibunya, kok tahu-tahu gadis-gadis bergelimpangan kehilangan gairah hidup mengetahui
Fahri tidak kawin dengan mereka. Aneh bukan? Nikmati saja. Udah terlanjur beli tiket.

Namun cerita bulan madu kedua sejoli itu tiba-tiba berubah berantakan, ketika si Fahri difitnah seorang wanita miskin yang merasa ditolak cintanya. Tuduhannya sangat berat, pemerkosaan. Tanpa alif, ba, ta, (gantinya ba, bi, bu) si Fahri dijebloskan ke penjara yang dipenuhi tikus. Sejorok itukah sebuah penjara di Mesir? Perlu klarifikasi.

Dalam adegan di penjara ini, si sutradara nampak sekali memaksakan unsur “dakwahnya” yang diklaim sebagai film bernuansa islami. Ketika si pengantin baru itu memarahi Tuhan, dan mengomeli nasibnya, rekannya satu sel memberi nasehat dengan kisah Nabi Yusuf. Amat sangat tidak klop. Dalam Ushul Fiqh, mengkiyaskan sesuatu dengan hal yang berbeda itu bathil. Nabi Yusuf, yang memfitnah adalah wanita bangsawan. Sedang di kisah AAC, seorang gadis miskin
yang patah hatilah yang memfitnah Fahri. Nabi Yusuf berdoa, lebih suka dipenjara daripada menuruti nafsu bejat para wanita bangsawan. Sedang Fahri tidak suka dipenjara, karena masih mencintai istrinya yang konglomerat.

Mustinya cerita AAC dibalik. Si gadis miskin itulah yang menikah dengan Fahri. Lalu Aishah datang menggodanya, dengan segala kekuasaan harta dan kecantikannya. Pasti ceritanya lebih seru. Baru cerita Nabi Yusuf terasa lebih mirip dijadikan dalil.

Seandainya sutradara punya instink yang lebih kreatif, tokoh yang menjadi rekan satu penjara dengan si Fahri adalah si muslim radikal yang muncul di adegan pertama di atas. Alasan dijebloskannya ke penjara karena terkait pasal-pasal terorisme. Sedang Fahri karena tuduhan pemerkosaan. Terus si Fahri, dengan kecerdasan emosional dan intelektualnya berhasil menyadarkan si teroris. Bukannya mencak-mencak meratapi nasib (Merengek seperti keponakan saya kehilangan baju Spiderman). Sebuah adegan klise dari sineas Indonesia. Dapat hadiah, nangis. Dapat musibah, nangis. Ditinggal ke pasar, nangis. Ditinggal suami, meraung- raung.

Kembali ke pokok persoalan. Istri si Fahri ternyata bukan tipe gadis cengeng yang menyerah begitu saja pada nasib. Dia berusaha sebisa mungkin membebaskan suaminya. Penonton film ini terasa sekali dipaksa untuk merasa bahwa perjuangan Aishah sangat berat. Tapi penggambarannya sangat hambar. Rintangan-rintangan yang dilalui istri Fahri terlalu mudah diselesaikan. Tanpa kesan yang menggigit. Tahu-tahu si Fahri bisa keluar penjara.

Ternyata saksi kunci bahwa Fahri bukan pemerkosa ada pada Maryam, yang sedang sekarat karena patah hati dan ketabrak mobil. (entah kenapa para penonton seperti tidak bosan- bosannya disuguhi adegan wanita stress ketabrak mobil). Entah dapat ide dari mana, si wanita
Jerman itu tiba-tiba saja meminta Fahri mengawini Maryam. Tentu saja si Fahri tidak mau. Tapi karena melihat kondisi Maryam yang semakin koma, akhirnya beliau mau juga.

Kembali di sini saya bertanya-tanya. Setahu saya, pernikahan dalam Islam itu harus dilakukan dalam keadaan sadar oleh semua pihak. Sedangkan dalam film ini, si Maryam kondisinya koma alias tidak sadar. Kok bisa dinikahkan oleh para pemeluk islam yang taat? Atau ada mazhab baru yang membolehkannya? Kalau ada, sangat berbahaya. MUI harus bertindak. Sebab diilhami
film ini, bisa saja nanti seorang lelaki menikahi wanita pujaannya yang sedang tidur. Begitu juga
sebaliknya. Tak peduli wanita atau lelaki itu suka atau tidak suka.

Kita lanjutkan kisah aneh AAC. Di adegan pernikahan kedua si Fahri, penonton diuji imajinasinya. Atau sutradara ingin menyembunyikan fakta bahwa di Mesir para pemudanya juga doyan pacaran seperti di Indonesia? Karena ternyata si Maryam begitu menaruh hati pada Fahri sesuai buku hariannya. Dan si Fahri pun ternyata buaya. Dalam kealimannya ternyata dia mencintai Maryam. Dan keduanya sering ngobrol (atau pacaran?) di tepi sungai Nil. Jadi mana unsur dakwahnya? Film ini tak ubahnya cerita-cerita roman sinetron yang mengisi prime time di TV-TV kita. Hanya bungkusnya Al Azhar, sungai Nil, dan tulisan-tulisan Arab, serta wajah- wajah Indo-Arab.

Terlepas dari sah atau tidaknya pernikahan si Fahri dengan Maryam, ketiga makhluk berlainan jenis itu kemudian bisa hidup bahagia dalam satu rumah. Tentu saja di rumahnya Aishah. Tapi sayang, sutradara malah memilih “mematikan” tokoh Maryam, istri kedua Fahri. Hanya saja kematiannya sengaja didramatisir, terjadi ketika Maryam sedang shalat dalam keadaan berbaring. Endingnya tetap saja meniru tokoh Cinderella dan pangeran yang hidup bahagia berdua selama-lamanya. Kehadiran Maryam dirasa mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Film ini memang diangkat ke layar lebar dari Novel dengan judul yang sama, Ayat-Ayat Cinta. Tapi si pembuat film tidak mau sedikit berimprovisasi, mengubah sedikit jalan ceritanya supaya lebih pas disuguhkan di layar lebar, yang punya durasi kurang dari 2 jam. Novel adalah cerita yang tidak bisa habis dalam sehari bisa dibaca (kecuali yang membaca tak punya kesibukan
cari duit). Dan tak akan muat bila dijejalkan dalam waktu 150 menit.

Kalau film ini tak ada istimewanya dengan sinetron-sinetron lainnya, kenapa laris? Bahkan
kabarnya sampai tulisan ini diketik, sudah 2 juta tiket terjual. Tentu saja karena memang kemampuan penonton kita baru sampai segitu. Terus topiknya sedikit menyinggung poligami dan benuansa islami. Tapi menurut saya tidak islami, sebab, kalau memang mau menyuguhkan kisah yang islami, ending cerita mustinya berakhir dengan ketiganya yang hidup bahagia dalam satu rumah. Kalau perlu wanita yang telah menuduh si Fahri memperkosanya juga dinikahi. Begitu juga mantan kekasihnya di kampung yang stress berat, juga dinikahi. Jadi istrinya empat. Hidup dalam satu rumah. Hidup happily ever and after. Mungkin belum ada sutradara dan produser yang berani membikin film seperti itu. Nantilah, saya yang bikin. Tapi mau praktek dulu.

Wassalam

M. Abdulah

________________________________________

TANGGAPAN

From: Tjahyono Eranius P.
E-mail: tjahjo_eranius@yahoo.com

Masukan dari Mas Abdulah soal film AAC sangat menarik dan menggelitik akal dan budi saya. Saya pernah nonton film ini, tapi sambil lalu, menit-menit awal sempat menarik tetapi kemudian saya lebih memilih meneruskan pekerjaan dari pada buang waktu menyimak adegan yang terpotong-potong (gak nyambung).

Komentar yang dilontarkan Mas Abdulah membuat saya berpikir dan bertanya, sudah sedemikian parahkah dunia perfileman Indonesia? Selain tidak dapat mengambarkan realitas yang rasional, juga selalu berusaha memaksakan (menjejali) penonton dengan nilai-nilai yang tidak jelas. Semoga semua masukan yang positif dan negatif semakin mendewasakan perfileman Indonesia.
________________________________________

From: Arie l Heryanto
E-mail: ariel_heryanto@yahoo.com

Terima kasih atas analisa yang lumayan panjang-lebar dan menohok. Kalau ada yang ngritik uraian Anda karena kurang akurat, itu kan detail-detail kecilnya, atau ejaannya.

Seperti yang Anda bilang, yang menarik untuk dikaji lebih jauh, adalah mengapa begitu banyak orang yang berminat terhadap filem ini. Bukan kualitas filemnya sendiri. Tapi kita perlu uraian tentang isi filem itu, seperti yang Anda kerjakan dengan bagus, untuk memahami pertanyaan tentang yang ada di luar filem itu.

Saya duga sebagian tidak kecil dari orang kita datang beramai-ramai untuk nonton karena mendengar ini filem super-laris. Padahal ini filem jadi (semakin) super-laris karena mereka ikut-ikutan nonton. Jadilah lingkaran malaikat.

Sesudah Wakil Presiden nonton dan bikin berita, sang Presiden RI membawa rombongan untuk nonton dan bikin berita yang tidak kalah hebat. Andaikan bisa, saya pengen tuh nonton peristiwa penguasa RI mau berepot-repot cari perhatian media dengan nonton filem (dan nonton
kerumunan orang lain yang terkagum-kagum nonton pejabat tinggi negera), ketimbang nonton filemnya sendiri.

Jadi biar pun nggak suka nonton filem ini, kita nggak bisa langsung keluar gedung bioskop, atau matikan DVD, atau youtube, kalau peduli mau tahu lebih baik tentang apa yang bergejolak di masyarakat Indonesia.

________________________________________

From: Radityo Djadjoeri, Jakarta
E-mail: radityo_d@yahoo.com

Kritikan Pak M. Abdulah enak dibaca, mengalir begitu saja. Lucu, lucu, lucu. Perut saya sampai sakit, karena tak kuat menahan tawa saat membaca tulisannya. Menurutku, bagus dibaca buat kawan-kawan yang belum sempat nonton AAC. Terus terang, saya juga kurang begitu suka nonton film Indonesia. Hanya satu dua film yang menurutku cukup bagus. AAC? Entah, mungkin akan saya tonton saat keramaian bioskop sudah mereda.

________________________________________

From: Awang Binsas
E-mail: t_binsas@yahoo.com

Heheheheh...kritis sekali tulisan tentang film AAC ini. Saya belum liat AAC, tapi sudah lumayan paham dan ngerti dengan isinya/jalan ceritanya setelah membaca kritik film dari Pak M. Abdulah ini...ditambah cuplikan adegan-adegan film AAC di TV. Saya jadi lebih tau kelebihan dan kekurangan film AAC sekarang. Tapi saya kok gak tertarik ya liat film tersebut. Apalagi setelah membaca tulisan Pak M. Abdulah ini.

________________________________________

From: Ati Gustiati, USA
E-mail: hatiku_rumahku@yahoo.com

Waahhh....saya malah asyik baca komentarnya pak Abdulah ini ketimbang isi cerita film AAC itu. Udah puluhan tahun gak pernah nonton film Indo, saya emang gak tau harus komentar gimana, tapi sempet liat sinetron-sinetron di TV yang bikin saudara-saudara saya lengket depan TV sulit diganggu saking tenggelam dalam alur cerita. Padahal sambil lewat saja saya udah bisa terka cerita serta dialog-dialognya terlalu membosankan karena gak alami, malah pethatically ridiculous bagi saya. Masa ada seorang tukang jamu gendong yang make up nya mirip artis Hollywood. Tubuhnya bersih mulus fit seperti sering fitness tiap hari, realistically punya tampang begitu mana mungkin mereka jualan jamu keliling gang, paling enggak jadi selirnya konglomerat atau bini muda pejabat...

Sutradara ini bego buat standar kita pak Abdulah, tapi pinter buat konsumen cetek Indonesia. Cerita-cerita yang paling komersial memang harus berbau islami, santri-santri di gunung pun turun dari pertapaan untnk nonton film ini. Inilah mutu tontonan yang digemari konsumen yang memang tidak kritis, mereka hanya ingin melihat drama yang akan disuguhkan oleh lelaki yang berpoligami dan hidup serumah, walau di negeri Arab sendiri banyak istri-istri yang hidup serumah. Yang menjadi kelemahan sutradara disana, adalah mereka suka sekali membuat film yang cepat laku tanpa modal, not a bad idea, cuman mereka kehilangan identitas dan kualitasnya, itu sebabnya film Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Sering-seringlah menulis pak Abdulah, saya suka sekali membaca catatannya.

Salam sejahtera

omie

________________________________________

From: Rahardini Widyasari
E-mail: rahardiniwy@yahoo.com

Kenapa kok tidak ada resensi semacam ini di media-media ya? Saya suka membacanya..... two thumbs up!
________________________________________

From: Indarti Fareninda
E-mail: indah_charned@yahoo.com

Dalam "Demam Ayat-Ayat Cinta" yang melanda negeri ini, saya salut masih ada orang-orang yang jeli seperti Anda. Mari kita sadarkan negeri ini dari buta sinematografi sehingga cukup
puas disuguhi adegan yang "biasa" yang terlalu dikesankan "luar biasa".

JAYALAH PERFILMAN INDONESIA........

________________________________________

From: Ramadhani
E-mail:
rama.ramadhani@gmail.com


Mungkin Abdulah ini tidak membaca bukunya. Walau banyak adegan yang berbeda antar film dan bukunya tapi ide cerita itu di ambil dari bukunya. Tapi...menurut saya, bukunya terlalu mengada ngada ah. Tiba tiba Fahry punya uang puluhan ribu dolar dari Aisha. Lalu ada cewek cewek yang naksir berat sama si Fahry. Mirip banget sinetron Indonesia. Tapi saya ingat cerita lain lagi karya Chin Yung, yaitu Sia Tiauw Eng Hiong. Si jagoan (Kwee Ceng) setelah menikah dengan Oey Yong yang orang kaya ternyata ditaksir banyak perempuan.

Aduh tipikal kisah kisah pemimpi ya....hehehehe

________________________________________

From: Yayan Zamzami
E-mail: yayan_z@yahoo.com


Pak Abdullah...
Tampaknya, Anda begitu menikmati film ini..

Saya jadi ragu, apa benar Anda menguap berkali-kali?

Tabek,

= Yayan =

________________________________________

From: Marcopolo, Ceko
E-mail: comoprima@seznam.cz

Mutu perfilman, pementasan dan media informasi adalah selalu merupakan pantulan dan atau pancaran dari kematangan budaya suatu masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itu kita harus banyak-banyak belajar dari semuanya. Dari kehidupan, dari dunia, dari kenyataan hidup yang nyata (real), dari Ilmu Pengetahuan - dari bangsa-bangsa lain di dunia. Sementara itu belajar mengkritik diri sendiri sebagai anggota dari Bangsa kita sendiri.


________________________________________

From: Kang Becak, Japan
E-mail: kbecak@yahoo.com

Huehehehe,

Kehebatan dari film AAC,
Penjabaran humanisme Islam,
Dalam budaya populer.

Bukankah dalam umat Islam,
Ada yang radikal,
Ada yang moderat.

Ada yang licik,
Ada yang baik.

Pada akhirnya,
Muslim moderatlah dan baik yang menang.

Fahri adalah penentang polygamy,
Ia terpaksa berpolygamy dengan perempuan non muslim,
Untuk menyelamatkan nyawanya.

________________________________________

From: Eko S.
E-mail: eko.eshape@telkom.net

Ulasan yang kontroversial, namun sangat menarik. Banyak hal yang disampaikan, menurut saya benar. Misalnya adegan Fahri di kereta, menolong cewek bercadar, menurut saya juga terlalu dipaksaain dan susah dicari pembenarannya.

Istri saya yang tadinya begitu semangat nonton AAC, juga makin lama matanya makin redup dan akhirnya tidurlah dia.

________________________________________

From: Alfred Alinazar, Bogor
E-mail: aalinazar@gmail.com

Ha ha ha, ini lucu banget Mas. Yang tadinya semangat kok bisa ketiduran pas nonton ya?
Aku juga beberapa hari ini diajakin istri untuk nonton AAC. Untuk sementara aku masih ogah nontonnya, dan mumpung bioskop masih penuh dan antriannya panjang, jadi masih ada alasan untuk menolak.

Kalau ternyata ceritanya ndak mutu dan bisa bikin ketiduran gitu, wah hebat banget yang bikin publikasi film itu ya?

salam,

-bank al-

________________________________________

From: Zuliwardhy
E-mail: zoel_rentalindo@yahoo.com

Wah-wah... sebegitu hebatnya kritikan Anda terhadap film Indonesia, yang begitu fenomenal penontonnya setelah AADC (Ada Apa Dengan Cinta). Saya pun sama seperti Anda belum melihat film-film Indonesia yang menggigit tuk ditonton, mungkin NAGA BONAR, kali yah...tapi tuk AAC (Ayat-Ayat Cinta) saja saya belum menontonnya, secara AADC aja dipaksa pacar tuk nonton, itu aja dibayarin, hehehe...

Tapi secara begitu ternyata AAC bikin anda melek juga yah? Walaupun menguap berkali-kali ternyata AAC bisa bikin mata anda terbelalak tuk menonton film itu sampai habis bahkan detailnya Anda hafal. hahaha....

Film itu mungkin bukan hanya dapat dilihat dari satu saja ya Bung...